Monday, January 9, 2017

PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP KEPRIBADIAN ANAK DAN SOSIAL MASYARAKAT


“PENGARUH TAYANGAN TELEVISI TERHADAP KEPRIBADIAN ANAK DAN SOSIAL MASYARAKAT”



  
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.      Latar Belakang
Komunikasi merupakan kebutuhan dasar manusia. Dalam proses komunikasi terdapat pertukaran informasi. Media massa yang dianggap paling mempengaruhi khalayaknya dalam hal penyampaian informasi adalah televisi. Kehadiran televisi dalam kehidupan manusia memunculkan suatu peradaban, khususnya dalam proses komunikasi dan penyebaran informasi yang bersifat massal dan menghasilkan suatu efek sosial yang berpengaruh terhadap nilai-nilai sosial dan budaya manusia. Kemampuan televisi dalam menarik perhatian massa menunjukkan bahwa media tersebut telah menguasai jarak secara geografis dan sosiologis 
Televisi secara harfiah berasal dari bahasa Yunani yaitu  “tele” yang berarti jauh dan “visio” yang berarti penglihatan. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Televisi merupakan media massa elektronik yang mampu menyebarkan informasi kepada khalayak yang tak terhingga dalam waktu yang bersamaan. Hampir 90% penduduk di negara-negara berkembang mengenal dan memanfaatkan televisi sebagai sarana hiburan, informasi, edukasi dan lain sebagainya. Televisi tidak membatasi diri hanya untuk konsumsi kalangan tertentu saja namun telah menjangkau konsumen dari semua kalangan masyarakat.
Tayangan televisi seperti reality show, infotainment, sinetron, film bahkan iklan sekalipun turut serta mengatur dan mengubah life style di masyarakat. Informasi yang diberikan televisi seperti program berita tentang politik, budaya, ekonomi maupun sosial masyarakat dari suatu negara layaknya hanya hiburan dan permainan publik belaka. Televisi saat ini seakan menjadi guru elektronik yang mengatur dan mengarahkan serta menciptakan budaya massa baru yang dapat mempengaruhi aspek sosial pada masyarakat.
Tayangan televisi yang bervariasi tersebut sangat menarik perhatian pemirsa, terutama anak-anak. Pada beberapa penielitian menunjukkan bahwa anak-anak menonton televisi rata-rata 5-8 jam per hari. Bahkan pada kasus yang ekstrim, anak dapat menonton televisi hingga 16 jam perhari. Dari total penonton televisi, 21% adalah anak usia 5-14 tahun.Jumlah anak yang menonton pada pagi hari (06.00-10.00) dan siang-malam hari (12.00-21.00) lebih banyak dari kelompok umur lainnya. Pada penelitian lain disebutkan bahwa kekerasan fisik dan psikologis dapat ditemukan dalam sebagian besar program kartun, dimana program tersebut sangat identik dengan anak-anak. Oleh karena itu, bukan tidak mungkiin jika tayangan televisi yang ada dapat mempengaruhi kepribadian anak-anak.

1.2.      Rumusan Masalah
Semakin banyaknya serta semakin seringnya tayangan televisi sangat memungkinkan masyarakat merasakan banyak pengaruh dari adanya tayangan tersebut. Sesuai dengan latar belakang tersebut, penulis tertarik untuk membahas permasalahan mengenai rumusan masalah sebagai berikut :
1.      Apa sajakah pengaruh tayangan televisi terhadap kehidupan sosial masyarakat ?
2.      Apa sajakah pengaruh tayangan televisi terhadap kepribadian anak?

1.3.      Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk :
1.      Mengetahui pengaruh tayangan televisi terhadap kehidupan sosial masyarakat
2.      Mengetaui pengaruh tanyangan televisi terhadap kepribadian anak.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1.      Pengantar
Televisi merupakan jaringan komunikasi dengan peran seperti komunikasi massa yaitu satu arah, menimbulkan keserempakan dan komunikan bersifat heterogen.Komunikasi massa dengan media televisi merupakan proses komunikasi antara komunikator dengan komunikan (massa) melalui sebuah sarana yaitu televisi. Beberapa karaketeristik media televisi adalah sebagai berikut :
1.      Memiliki jangkauan yang luas dan segera dapat menyentuh rangsang penglihatan dan pendengaran manusia
2.      Dapat menghadirkan objek
3.      Menyajikan pengalaman langsung kepada penonton
4.      Dapat dikatakan menghilangkan perbedaan jarak dan waktu
5.      Mampu menyajikan unsur warna, gerakan, bunyi dan proses dengan baik.
6.      Dapat menggabungkan pemanfaatan berbagai media lain seperti film, foto, dan gambar.
7.      Dapat menyimpan berbagai data, informasi dan serentak menyebarluaskan dengan cepat ke berbagai tempat yang  berjauhan
8.      Mudah ditonton tanpa perlu menggelapkan ruangan
9.      Membangkitkan perasaan itim atau media personal.
Program siaran televisi di Indonesia pada umumnya diproduksi oleh stasiun televisi yang bersangkutan. Stasiun televisi dapat memilih program yang menarik dan memiliki nilai jual kepada pemasang iklan, sementara perusahaan produksi acara televisi dapat meraih keuntungan dari produksinya. Pada umumnya isi program siaran di televisi meliputi acara seperti berita, dialog interaktif, program pedesaan, periklanan, kesenian dan budaya, film, sinetron, pendidikan, kuis, komedi, dan lain-lain.
Berbagai jenis program siaran tersebut tidak mutlak harus ada semuanya. Acara-acara tersebut sangat bergantung dari kepentingan masing-masing stasiun penyiaran televisi yang bersangkutan. Namun berita selalu menjadi program utama di setiap stasiun televisi. Berita termasuk program siaran yang senantiasa diminati oleh masyarakat karena mengandung berbagai informasi yang aktual dan faktual, baik dalam cakupan nasional, regional maupun internasional.
Menurut undang-undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 4, bahwa penyiaran bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan sikap mental masyarakat Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, dan membangun masyarakat adil dan makmur. Pada dasarnya televisi sebagai alat atau media massa elektronik yang dipergunakan oleh pemilik atau pemanfaat untuk memperoleh sejumlah informasi, hiburan, pendidikan dan sebagainya. Sesuai dengan Undang-Undang penyiaran nomor 24 tahun 1997, BAB II pasal 5 berbunyi “Penyiaran mempunyai fungsi sebagai media informasi dan penerangan, pendidikan dan hiburan, yang memperkuat ideology, politik, ekonomi, sosial budaya serta pertahanan dan keamanan.
Televisi sebagai media masa dalam komunikasi masa tidak terlepas dari dampak yang terjadi di masyarakat. Pengaruh yang timbul dari televisi disebut sebagai efek komunikasi masa. Menurut Donald K Robert, fokus komunikan berada pada pesan yang dibawa sehingga efek perubahan perilaku terjadi setelah merekam pesan dari media masa. Berbeda dengan McLuhan, media masa itu sendiri merupakan pesan jadi yang mempengaruhi komunikan sehingga perubahan terjadi pada medianya. Sedangkan menurut  Steven H. Caffe, terdapat lima poin pada efek tersebut yaitu efek ekonomis, efek sosial, efek pada panjadwalan kegiatan, efek pada penyaluran penghilangan perasaan tertentu dan efek perasaan orang terhadap media.
Sebagai media komunikasi massa televisi memiliki tiga fungsi pokok yaitu fungsi informasi, fungsi pendidikandan fungsi hiburan.
1.      Fungsi Informasi
Fungsi televisi sebagai sarana informasi berarti bahwa penyampaian informasi dengan media televisi dapat memuaskan pemirsa jika dibanding dengan media lain dikarenakan penyampaiannya yang tidak hanya dalam bentuk siaran pandang mata akan tetapi juga dilengkapi dengan gambar faktual ceramah, diskusi dan komentar. Televisi dapat mengerutkan dunia dan menyebarkan berita sangat cepat. Dengan adanya media televisi manusia memperoleh kesempatan untuk memperoleh informasi yang lebih baik tentang apa yang terjadi di daerah lain. Dengan menonton televisi akan menambahkan wawasan. 

2.      Fungsi pendidikan
Fungsi pendidikan pada televisi berarti bahwa televisi merupakan sarana yang ampuh sebagai media pendidikan karena penyampaiannya secara simultan dan teratur. Dengan demikian, sesuai dengan makna pendidikan, pengetahuan dan penalaran masyarakat akan meningkat.

3.      Fungsi hiburan
Fungsi hiburan pada televisi berarti memberikan hiburan yang sehat kepada pemirsanya, karena manusia adalah makhluk yang membutuhkan hiburanprogram. Program televisi yang variatif  memiliki magnet bagi setiap orang untuk menononnyan sehingga menyebabkan pemirsa melupakan kepenatan dan kegiatannya.
Menurut Prof. Dr. R. Mar’at, acara televisi pada umumnya mempengaruhi sikap,pandangan, persepsi dan perasaan bagi para penontonnya. Hal ini disebabkan oleh pengaruh psikologis dari televisi itu sendri, di mana televisi seakan-akan menghipnotis penonton, sehingga mereka terhanyut dalam keterlibatan akan kisah atau peristiwa yang disajikan. Terdapat sejumlah karakteristik khusus dalam program acara yaitu :
1.      Televisi menghasilkan suara, gerakan, visi dan warna
2.      Pembuatan program televisi lebih lama dan mahal
3.      Visual dibuat semenarik mungkin.
Program televisi dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu program informasi dan program hiburan. Program informasi adalah sebagai bentuk siaran yang memberikan informasi penting yang disiarkan dan bersifat mudah basi sehingga perlu disiarkan secepatnya. Sedangkan program hiburan adalah siaran yang memiliki tujuan untuk menghibur pemirsa melalui berbagai bentuk dan tidak semua harus disiarkan secara langsung. Program televisi terdiri dari :
1.      Berita nasional, seperti siaran berita yang dihasilkan oleh stasiun televisi swasta lokal
2.      Liputan khusus yang membahas tentang berbagai masalah aktual secara lebih mendalam
3.      Program olahraga
4.      Program dengan topik khusus yang bersifat informatif seperti acara memasak, berkebun dan acara kuis
5.      Acara drama, seperti sinetron, sandiwara dan film.
6.      Acara musik
7.      Acara anak-anak seperti film kartun
8.      Acara keagamaan seperti siraman rohani, acara ramadhan, acara hari besar keagamaan.
9.      Acara yang membahas tentang ilmu pengetahuan dan pendidikan
10.  Talkshow.

2.2.      Peran Media Televisi Sebagai Agen Sosialisai dalam Mempengaruhi Masyarakat
Istilah sosialisasi mempunyai cakupan yang sangat luas, sangat beragam, dan mencakupi banyak dimensi dari interaksi social dalam lingkungan social. Pada perspektif individual, sosialisasi akan membekali individu dengan kemampuan untuk berkomunikasi, berpikir untuk memecahkan masalah dengan cara yang diterima oleh masyarakat dengan cara yang menyeluruh untuk member kemudahan kepada individu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Satu hal yang perlu diingat bahwa sosialisasi tidak pernah berakhir dan merupakan proses yang terus menerus berlangsung, bergerak sejak masa kanak-kanak sampai usia tua seseorang.
Media massa terutama televisi adalah merupakan agen sosialisasi yang lebih penting daripada agen sosialisasi tradisional, seperti gereja, keluarga, teman-teman, dan guru di sekolah. Selain itu, media massa menjadi sumber informasi dan sumber pendapat pribadi tentang peristiwa actual yang penting dibandingkan dengan sumber lain. Hal terpenting dari dari proses sosialisasi yang dilakukan oleh media massa khususnya televisi, bahwa individu mengambil nilai yang sesuai dengannya.
Pada table dibawah ini dapat dilihat bahwa penggunaan media massa pada masyarakat Indonesia sangat tinggi dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun terutama sekali penggunaan televisi.

Penggunaan Media Massa Di Indonesia tahun 1997, 2000, dan 2003
Tahun
Mendengarkan Radio (%)
Menonton TV
Membaca Surat Kabar
1997
47,4
76,9
15,5
2000
43,2
78,9
19,8
2003
50,3
84,9
22,1
Sumber : BPS, Susenas Modul, 1997,2000, dan 2003

Dari tabel diatas dapat terlihat bahwa penonton televisi semakin lama semakin besar. Hal tersebut memungkinkan membuka peluang besar bagi media televisi sebagai media terkuat dalam mempengaruhi masyarakat. Seperti yang dikemukakan oleh Halloran, televisi memperngaruhi dalam berbagai bentuk seperti televisi dapat berfungsi sebagai seorang guru yang mengajarkan tingkah laku dalam berbagai bentuk dan keadaan, sebagai model, sebagai pemberi informasi, sebagai ilmu pengetahuan, sebagai pemberi semangat dan ide, sebagai penunjuk pada budaya yang popular, sebagai agen sosialisasi, dan banyak lagi fungsi lainnya.

2.3.      Dampak Positif dan Dampak Negatif Televisi
Televisi dapat menjadi hal yang bermanfaat jika berfungsi sebagai media komunikasi informasi, budaya dan pendidikan. Namun televis akan menjadi sesuatu yang kontroversional ketika pada kepentingan bisnis yang berpengaruh buruk bagi masyarakat. Indonesia sebagai negara yang berkembang, mempunyai arus komunikasi yang seakan tak terbatas keluar masuk ke dan dari masyarakat. Pengaruh negara-negara maju seperti Eropa dan Amerika juga turut serta di dalamnya. Oleh karena itu, televisi dapat memberikan dapat positf dan negatif bagi pemirsanya.
Dampak positif dengan adanya televisi antara lain :
1.      Kecepatan dan keakuratan dalam menyajikan berita, melebihi media massa lainnya.
2.      Mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan, yang dapat menghilangkan stres.
3.      Dapat menambah wawasan
4.      Dapat memicu motivasi dan menumbuhkan inspirasi dengan tayangan yang inspiratif dari tokoh-tokoh yang berpengaruh
5.      Meningkatkan kosa kata
6.      Menciptakan momen kebersamaan antar keluarga.
Disamping dampak positif, televisi juga memiliki dampak negatif seperti :
1.      Dapat merusak mentl sekaligus pola pikir anak-anak dengan tanyangan yang tidak mendidik seperti tayangan kekerasan
2.      Mengajarkan budaya komersil atau konsumerisme dalam diri anak
3.      Memberi dampak yang negatif untuk kesehatan badan, seperti obsesitas dan penurunan fungsi penglihatan
4.      Menghadirkan dunia yang maya dan menjadikan anak tidak kreatif
5.      Menumbuhkan rasa malas untuk mengerjakan kegiatan lain selain menonton televisi.

2.3.      Pengaruh Televisi Terhadap Kesehatan Sosial Masyarakat
Riset yang dilakukan di banyak negara mengatakan terapat  pengaruh buruk televisi terhadap kesehatan sosial masyarakat. Tayangan televisi yang semakin berani hadir 24 jam non stop dapat dipastikan bahwa pesan yang dibawa oleh televisi baik positif maupun negatif terserap lebih dari setengahnya oleh masyarakat. Sebagai upaya untuk menarik perhatian penonton, para insan pertelevian membuat program-program ringan yang mencerminkan kehidupan masyarakat. Bahkan terkadang pembuatan program-program tersebut mengesampingkan segala peraturan dan kode etik penyiaran. Oleh karena dikesampingkannya segala batasan tersebut, muncul pengaruh-pengaruh buruk televisi terhadap kesehatan sosial masyarakat. Beberapa pengaruh buruk tersebut antara lain :
1.     Televisi merusak moral dan budaya masyarakat
Beberapa waktu terakhir pertelevisian Indonesia sedang gencar-gencarnya menayangkan sinetron, film maupun mini drama yang menceritakan kehidupan percintaan dan perebutan harta. Jika program tersebut ditayangkan dan disaksikan terus menerus boleh jadi secara tidak langsung mempengaruhi pemikiran masyarakat mengenai hal-hal negatif yang ada pada tayangan tersebut dan menjauhkan mereka dari tugasnya .
Selain mempengaruhi masayrakat dalam bersikap, tayangan televisi juga membentuk budaya malas. Banyak orang yang rela duduk berjam-jam lamanya hanya karena menonton tayangan favoritnya. Terlalu sering menonton televisi menyebabkan kinektisitas berkurang sehingga berakibat pada kegemukan. Selain itu kualitas kerja juga menurun.
Pengaruh lainnya terjadi dikarenakan arus globalisasi dan westernesasi yang masuk dengan sangat cepat melalui televisi. Budaya barat yang identik dengan kebebasan dalam segala hal dapat mempengaruhi pemikiran masayrakat Indonesia. Banyak budaya ketimuran yang sopan mulai tergeser. Seni-seni tradisional bangsa sudah tidak berkibar lagi di seluruh negeri diganti dengan seni-seni barat yang terkesan bebas, erotis dan realis sekali.

2.     Televisi menyita banyak waktu yang berharga
Kemajuan teknologi, peningkatan tingkat ekonomi dan perkembangan tayangan televisi yang semakin maju memungkinkan menyebabkan pemirsa merasa semakin dimanjakan. Program unggulan yang ditayangkan selama berjam-jam dan secara estafet menyebabkan pemirsa semakin betah berada di depan televisi. Banyak sekali waktu berharga yang terbuang oleh karena itu. Baik waktu yang dapat dipergunakan untuk bekerja, beraktivitas bahkan waktu untuk beribadah.
3.     Televisi merusak perkembangan otak manusia
Semakin variatif program acara yang dibuat , meskipun telah dipisahkan menurut segmenya tetep saja tayangan tersebut masih dapat dinikmati banyak kalangan umur. Tayangan yang ditonton oleh pemirsa yang tidak sesuai untuk kelompok umurnya dapat membentuk pemikiran dan sikap yang salah. Seperti pada pertengahan tahun 2007 kemarin, sebuah tanyangan kekerasan orang dewasa yaitu Smack Down tayang di salah satu televisi swasta nasional Indonesia dan mengakibatkan anak-anak terpengaruh. Merekapun mempraktekkannya sesama teman, beradu otot sampai-sampai memakan korban jiwa.
Namun selain memberikan pengaruh buruk kepada sosial masyarakat, televisi juga memberikan pengaruh positif. Bila kembali ke fungsi utama televisi sebagai media informasi dan komunikasi, televisi dapat menghibur, mendidik dan mengarahkan pemerisa ke arah yang baik. Beberapa pengaruh positif dari televisi yaitu :
1.      Televisi sebagai penghibur masyarakat
Sejatinya, televisi merupakan salah satu media massa yang berfungsi sebagai penghibur. Kehadiran program-program televisi yang menghibur sangat diperlukan untuk melepas stress. Bagi masyarakat Indonesia sendiri arti kebersamaan sangat penting. Dengan adanya televisi, kebersamaan itu bisa diwujudkan dengan menonton program hiburan televisi yang ‘sehat’ secara bersama. Mereka bisa tertawa bersama, bercanda bersama mengomentari apa yang ada dalam tayangan dan ini sangat baik untuk kesehatan sosial masyarakat Indonesia.

2.      Televisi sebagai media informasi, pengetahuan dan pendidikan
Televisi sebagai media massa juga memiliki fungsi sebagai media penyampai informasi. Program televisi seperti news, infotainment, bahkan talk show mampu memberikan informasi yang sekiranya diperlukan oleh pemirsa televisi. Indonesia sebagai Negara yang sedang berkembang, informasi dari berbagai belahan dunia sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita. secara tidak langsung informasi itu dapat meningkatkan intelektual masyarakat sehingga mampu meningkatkan potensi sumber daya manusia Indonesia itu sendiri. Dengan hadirnya televisi dunia seakan semakin sempit. Berbagai berita criminal, politik, sosial dan budaya dari dalam maupun luar negeri bisa sampai ke masyarakat dengan mudah. Informasi tersebut bahkan bisa disaksikan langsung oleh pemirsa.
Selain memberi informasi, televisi juga bisa bermanfaat sebagai sarana edukasi bagi pemirsa khususnya para pelajar dan anak-anak yang sedang dalam tahap perkembangan. Acara kuis, program bimbingan rohani, talk show pendidikan atau bidang pengetahuan lain sangat berguna bagi masyarakat kita. bagi sebagian orang yang memiliki pola belajar audio visual, menonton televisi bisa dijadikan sebagai alternatif pembelajaran

3.      Televisi sebagai media aksi sosial masyarakat.
Berbagai macam informasi yang disampaikan televisi melalui program-program acaranya tentu terdapat pula mengenai berita sosial. Keadaan sosial dari seluruh Indonesia dapat diketahui pemirsa di rumah. Kemiskinan, kelaparan penderitaan saudara-saudara kita di televisi seakan bisa kita rasakan walau posisi kita secara nyata berjauhan. Ini membuktikan bahwa televisi juga bisa berguna untuk menggugah kesadaran sosial masyarakat

2.4.      Pengaruh Televisi Terhadap Kepribadian Anak
Fungsi utama televisi adalah untuk menghibur dan memberikan  informasi, tetapi tidak berarti fungsi mendidik dan membujuk dapat diabaikan. Fungsi non hiburan dan non informasi harus tetap ada karena sama pentingnya bagi keperluan kedua pihak, komunikator dan komunikan.
Menurut John Lock, anak merupakan pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. Berdasarkan beberapa pendapat mengenai pengertian dari anak, maka dapat diberikan kesimpulan bahwa anak adalah seseorang yang belum dewasa atau belum mengalami pubertas dimana kepribadian orang itu masih peka terhadap rangsangan dari lingkungan sekitarnya dan peranan bantuan dari orang tua lebih dominan.
Sedangkan, kepribadian menurut beberapa ahli adalah  adalah keseluruhan cara di mana seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian merupakan susunan sistem-sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan penyesuaian yang unik terhadap lingkungan. Sistem psikofisik yang dimaksud meliputi kebiasaan, sikap, tata nilai, keyakinan, keadaan emosional, perasaan dan motif  yang bersifat psikologis.
Pengaruh positif televisi adalah televisi dapat menyediakan program pendidikan  untuk anak usia sekolah, menambah kreativitas dan pengetahuan anak namun disisi lain televisi juga memiliki pengaruh negatif terhadap aktivitas fisik seperti perilaku merokok, perilaku agresif, tingkah laku, pengguna alkohol dan obat terlarang, hubungan seksual bebas, pola makan yang salah, obesitas, serta penurunan prestasi akademik  terutama apabila ada televisi di kamar anak. Menonton televisi dapat menurunkan prestasi akademik anak usia sekolah. Hal ini disebabkan karena:
1.      Mengurangi semangat belajar karena bahasa televisi yang sederhana dan  memikat
2.      Menonton televisi menyebabkan berkurangnya waktu untuk membaca dan mengikuti kegiatan di sekolah.
3.      Lama menonton televisi juga sangat menentukan, dimana biasanya anak  menghabiskan waktu 3 sampai 5 jam sehari untuk menonton televisi.
4.      Beberapa penelitian menyatakan ada hubungan antara rendahnya minat  baca dan kemampuan membaca terhadap pertambahan waktu menonton televisi, terutama pada anak laki-laki. Namun hal ini tidak bermakna pada  anak yang mempunyai IQ yang lebih tinggi dari normal. Namun pada anak  penggemar berat  televisi (menonton televisi lebih dari 5 jam sehari).
5.      Meskipun memiliki IQ normal ataupun lebih tinggi tetap saja dijumpai  kemampuan membaca yang lebih jelek. Penelitian lain pada anak sekolah  menengah juga dijumpai prestasi akademik jelek yang berhubungan dengan bertambahnya waktu menonton televisi.
6.      Menonton televisi juga mempengaruhi kebiasaan belajar anak dan tingkah laku di sekolah. Film kartun seperti sesame street menyebabkan perhatian anak di kelas berkurang terhadap pelajaran terutama perhatian pada  gurunya.

Selain dampak negatif yang muncul akibat terlalu lama menonton televisi, permasalahan lain yaitu ketika anak menonton kartun bisu. Karena kepribadian anak merupakan suatu sistem psikofisik, ketika karakter atau tokoh atau tayangan bisu yang memiliki sifat dan kebisaan tertentu di tonton berulang-ulang maka perlikau tersebut dapat ditiru oleh anak. Maka dampak paling nyata (observable) film kartun bisu terhadap kepribadian anak adalah perilaku enggan berbicara pada anak.
Perlu diketahui oleh para orang tua adalah masa perkembangan kognisi anak. Usia 1-5 tahun merupakan stadium pra-operasional perkembangan kognisi anak atau masa emas dalam membentuk kecerdasan anak. Stadium ini merupakan saat pertama anak menguasai bahasa yang sistematis, mengenal arti simbolis dan perilaku imitasi awal yang membentuk mental anak. Sehingga pada usia ini, anak memerlukan pengembangan kemampuan berbahasa dan penggunaan kata-kata yang benar serta mengekspresikan kalimat-kalimat pendek namun efektif. Selain itu anak pada usia ini mulai mengembangkan sikap differred-imitation sehingga mudah sekali meniru perilaku/karakter yang dilihatnya. Social learning theory menjelaskan bahwa perilaku individu merupakan hasil dari proses belajar dariperilaku individu lain, maka perilaku seorang individu (anak) merupakan imitasi dari perilaku individu lain (karakter/tokoh kartun) yang dilihatnya.
Terlalu seringnya menonton tayangan dengan karakter agresif juga memiliki dampak negatif bagi anak karena dapat memicu perilaku agresif anak. Agresivitas merupakan suatu niat atau aktivitas yang dapat menyakiti diri sendiri atau orang lain, berupa aktivitas fisik maupun verbal. Sikap agresif anak tercermin dari perilaku yang bertentangan dengan orang lain atau melawan orangtua, perilaku mendorong atau memukul, menuntut/mencoba memaksa untuk memiliki benda-benda yang bukan miliknya. Perilaku inilah yang menjadi indikator bahwa proses pertumbuhan pra-operasional kognitif sedang bermasalah.
Tontonan kekerasan yang disajikan pada sebuah televisi akan berpengaruh sekali terhadap perilaku anak, karena secara tidak langsung anak itu dapat meniru tayangan kekerasan di televisi, di kemudian hari, dan biasanya diperagakan pada teman-temannya. Karena fase anak-anak memang fase meniru, dan tak heran bila anak-anak sering disebut imitator ulung. Kekerasan yang ditayangkan di TV tak hanya muncul dalam film kartun, film lepas, serial dan sinetron. Adegan kekerasan juga tampak pada hampir semua berita, khususnya berita kriminal.
Menurut Ron Solby, terdapat empat macam dampak kekerasan dalam televisi terhadap perkembangan kepribadian anak, yaitu
1.      Dampak agresor di mana sifat jahat dari anak semakin meningkat;
2.      Dampak korban di mana anak menjadi penakut dan semakin sulit mempercayai orang lain;
3.      Dampak pemerhati, di sini anak menjadi makin kurang peduli terhadap kesulitan orang lain;
4.      Dampak nafsu dengan meningkatnya keinginan anak untuk melihat atau melakukan kekerasan dalam mengatasi setiap persoalan. 



Acara di televisi juga dapat mempengaruhi kecerdasan moral seorang anak. Misalkan ketika melihat suatu adegan dalam sebuah sinetron. Anak melihat pemain sinetron berperilaku kasar terhadap lawan bermainnya seperti memukul atau mencaci maki dengan orang yang lebih tua. Ataupun sebaliknya, pemain sinetron berperilaku baik seperti saling membantu terhadap sesama manusia, peduli terhadap orang yang tidak mampu, maupun bertutur kata yang baik terhadap orang yang lebih tua.  Di sinilah kontrol diri seorang anak akan teruji, apakah ia akan membuat keputusan untuk mengikuti perilaku yang dilakukan pemain tersebut atau tidak.
Hal Yang menarik, terdapat hubungan nyata antara kebiasaan menonton TV dengan tingkatan pengawasan orang tua. Pengawasan itu berupa pengenalan orang tua akan teman-teman sang anak di mana mereka berada sepanjang hari. Selain itu, apakah orang tua juga menetapkan dan menjalankan peraturan pembatasan waktu bermain di luar rumah atau nonton TV. Anak yang tidak diawasi dengan ketat akan menonton TV lebih banyak dibandingkan anak-anak yang lain.  Tapi tidak semua setuju dengan pendapat bahwa tayangan pada televisi berakibat langsung pada perilaku anak. Satu kajian oleh para ahli ilmu jiwa Inggris menyebutkan, tak ada kaitan langsung antara tayangan di TV dengan perilaku anak. Namun ada syarat yang dipenuhi. “Tak ada yang lebih baik daripada keluarga yang hangat, sekolah yang bermutu, dan masyarakat yang peduli. Kalau ketiga aspek itu terpenuhi, tak ada masalah dengan tayangan yang ditonton.”

2.5.      Alasan Tayangan Berita Berpengaruh Terhadap Perilaku
Ada beragam pilihan program tayangan televisi yang dapat dinikmati oleh pemirsa seperti berita, dialog interaktif, program pedesaan, periklanan, kesenian dan budaya, film, sinetron, pendidikan, kuis, komedi, dan lain-lain. Berbagai program tersebut memiliki karakteristik serta unsur tayangan yang berbeda sesuai dengan tujuan dari penayangan program.
Seperti yang disebutkan oleh Teori pengaruh media satu langkah  bahwa pesan masuk hanya dalam satu langkah yaitu dari televisi ke pemirsa. Sebagai akibatnya, pemirsa mengubah pemikiran dan perilaku mereka sesuai dengan apa yang ditayangkan oleh televisi. Begitu pula dengan anak-anak dan para remaja yang menyaksikan tayangan berita di televisi.
Pada saat tayangan yang mengandung unsur pornografis disiarkan di televisi, anak-anak dan remaja merasa tertarik dengan tayangan tersebut. Alasannya karena tayangan tersebut menunjukkan sifat sensualitas yang dapat mengakibatkan mereka melakukan pergaulan yang menyimpang. Ketika tayangan kekerasan disiarkan di televisi, anak-anak dan remaja yang pola pikirnya masih labil dan emosional cenderung untuk melakukan perilaku yang kasar dan tidak sopan baik kepada teman, guru, bahkan orangtua mereka sekalipun.
2.6.      Solusi Mengurangi Dampak Negatif Televisi Bagi Anak
Manusia memanfaatkan televisi sebagai alat bantu yang paling efektif dan efisien. Informasi yang diinginkan oleh banyak orang hampir semuanya dapat diperoleh dari berbagai program dan tayangan berita di televisi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan material. Kegiatan menonton berita di televisi sering tidak terencana dan bersifat tidak sadar. Apabila orangtua dari si anak dan remaja sedang menonton televisi, mereka juga turut serta menontonnya. Televisi dapat dengan mudah melahap sebagian besar waktu sang anak yaitu waktu untuk belajar, membaca, menggambar atau membantu pekerjaan rumah tangga.
Peranan ayah dan ibu dalam pendidikan keluarga sebagai dasar pembentukan kepribadian anak sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian anak. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting karena karakter dan kepribadian anak diperngaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Setiap orang tua mempunyai tanggung jawab untuk selalu mengawasi anaknya dan memperhatikan perkembangannnya. Oleh sebab itu hal-hal sekecil apapun harus bisa diantisipasi oleh setiap orang tua mengenai dampak positif dan negatif yang akan ditimbulkan.
Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mengurangi dampak negatif televesi bagi anak
1.      Memilih acara yang sesuai dengan usia anak
2.      Jangan membiarkan anak menonton acara yang tidak sesuai dengan usianya.
3.      Mendampingi anak menonton TV sehingga acara yang televisi yang ditonton selalu terkontrol
4.      Memanfaatkan waktu selama menonton televisi tersebut sekaligus sebagai sarana belajar anak.
5.      Duduk bersama dengan anak dan mendiskusikan isi tayangan.
6.      Menyiapkan kegiatan alternatif pengganti agar anak tidak kembali menonton televisi
7.      Mengajak anak keluar rumah untuk menikmati alam dan lingkungan serta bersosialisasi dengan orang lain
8.      Mengajak anak mengenal lingkungan sekitar
9.      Meletakkan buku-buku ditempat yang terjangkau oleh anak sehingga dapat mengajak anak untuk memperbanyak membaca buku.
10.  Memperbanyak mendengarkan radio. Memutar kaset atau mendengarkan musik sebagai pengganti menonton televisi.



BAB III
PENUTUP
3.1.      Kesimpulan
·         Televisi merupakan jaringan komunikasi dengan peran seperti komunikasi massa yaitu satu arah, menimbulkan keserempakan dan komunikan bersifat heterogen.
·         Sebagai media komunikasi massa televisi memiliki tiga fungsi pokok yaitu fungsi informasi, fungsi pendidikandan fungsi hiburan
·         Acara televisi pada umumnya mempengaruhi sikap,pandangan, persepsi dan perasaan bagi para penontonnya
·         Media masa televisi merupakan agen sosialisasi penting dalam mempengaruhi masyarakat dimana penonton televisi semakin lama semakin besar. Sehingga memungkinkan membuka peluang besar bagi media televisi sebagai media terkuat dalam mempengaruhi masyarakat
·         Pengaruh negatif televisi terhadap sosial masyarakat berupa merusak moral, sikap dan pemikiran masyarakat dalam bertinda; merusak perkembangan otak dan membuang waktu.
·         Pengaruh negatif televisi terhadap kepribadian anak yaitu mengurangi semangat belajar, hilangnya minat baca, meningkatkan sifat agresif dan perilaku kekerasan.
·         Peran orang tua sangat berpengaruh dalam meminimalkan pengaruh negatif dari tayangan televisi.
3.2.      Saran
·         Tentukan dan bedakan waktu menonton televisi bagi anak-anak, remaja, dan yang sudah dewasa.
·         Alihkan perhatian dan kegemaran anak serta remaja dalam keluarga dari kecanduan menyaksikan acara televisi yang ditayangkan setiap hari kepada bentuk-bentuk kegiatan dan kesenangan baru yang positif.



DAFTAR PUSTAKA
Aqsha, nur. 2009. Makalah Televisi. nuuraqsho.blogspot.co.id. diaskes pada 21 Maret 2016 pukul 19.00
Arief. 2012. Meida Televisi dan Pengaruhnya bagi Masyarakat. bersama-arief.blogspot.co.id. diakses pada 21 Maret 2016 pukul 19.00
Fazmi, ulil. 2015. Pengaruh Televisi terhadap Sosial Masyarakat Indonesia. ulilfazmi.blogspot.com. diakses pada 19 Maret 2016 pukul 19.00
Green. 2012. Makalah Tentang Peran Televisi Dalam Pendidikan. greenkonsep.wordpress.com. diakses pada 20 Maret 2016 pukul 21.00
Lubis, syarifah. 2010. Pengaruh Berita di Televisi Terhadap Perilaku Anak dan Remaja. syarifahlubis.wordpress.com
Munir, syahrul. 2013. Makalah Pengaruh Tontonan Tv Terhadap Kepribadian Anak. smoeland.blogspot.com. diakses pada 19 Maret 2016 pukul 19.00
Nisa, khairunnisa. 2013. Televisi Dalam Kehidupan Manusia. nisabumkhairun.blogspot.co.id. diakses pada 20 Maret 2016 pukul 21.00

Noname. 2015. Pengertian Televisi Fungsi Sebagai Media Komunikasi Massa dan Pengaruh Siaran Televisi. www.landasanteori.com. Diakses pada 20 Maret 2016

No comments:

Post a Comment